Thursday, November 24, 2011

Sistem Gerak

A. TULANG
     Tulang merupakan alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak tanpa bantuan otot. Berdasarkan jenisnya, ada dua macam tulang, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).

1. Tulang Rawan
     Tulang rawan merupakan rangka penyangga tahapan embrio manusia. Namun setelah dewasa, sebagian besar tulang rawan diganti dengan tulang keras. Pada manusia dewasa, tulang rawan hanya terdapat pada bagian yang memerlukan elastisitas seperti daun kuping, cuping hidung, dan cincin trakea. Tulang rawan terdiri atas anyaman serat dimana terdapat sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang membuat matriks kondrin.
Ada tiga jenis tulang rawan yaitu sbb:
a. Tulang Rawan Hialin
     Tulang rawan hialin merupakan bentuk tulang rawan terbanyak. Tulang rawan hialin mempunyai matriks yang homogen dan besifat halus serta transparan. Terdapat pada cincin batang tenggorokan (trakea), cuping hidung, persendian, dan antara tulang rusuk, dan tulang dada.
b. Tulang Rawan Elastis
    Tulang rawan elastis bersifat lentur, matriksnya mengandung serat elastis bercabang-cabang, dan terdapat pada epiglottis dan bagian luar telinga.
c. Tulang Rawan Fibrosa
    Tulang rawan fibrosa bersifat kurang lentur, matriksnya mengandung serat kolagen yang tidak lentur, dan terdapat pada antarruas tulang belakang.

2. Tulang Keras
     Rangka yang menyokong sebagian besar manusia dewasa terbuat dari tulang keras. Bagian luar tulang keras dilapisi oleh periosteum yang merupakan tempat melekatnya otot. Sel tulang keras disebut osteosit. Sel-
sel tulang keras membentuk lingkaran konsentris berlapis-lapis. Berdasarkan sifat matriksnya, tulang keras dibedakan sebagai berikut.
a. Tulang Kompak
     Merupakan tulang dengan matriks yang bersifat padat dan rapat, misalnya lapisan luar tulang pipa.
b. Tulang Spons
     Tulang spons memiliki matriks berongga, misalnya tulang pipih dan tulang pendek. Berdasarkan bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi empat, yaitu:
1.) Tulang pipa
      Tulang pipa berbentuk tabung dan umumnya berongga. Tulang pipa terbagimenjadi tiga bagian, yaitu bagian tengah (diafise), kedua ujung (epifise), dan antara epifise dengan diafise (cakraepifise).
2.) Tulang pipih
       Tulang pipih berbentuk pipih dan berongga. Contoh tulang pipih yaitu tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak.
3.) Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk silindris dan ditemukan pada pergelangan kaki dan pergelangan tangan.
4.) Tulang tak beraturan
Tulang tak beraturan mempunyai bentuk yang tidak beraturan dan terdapat di wajah dan tulang belakang.

3. Pembentukan Tulang
      Pembentukan tulang dimulai setelah terbentuk tulang rawan. Di dalam tulang rawan, terdapat rongga dan terisi oleh osteoblas. Osteoblas akan membentuk osteosit dari arah dalam ke luar (konsentris). Osteosit mensekresikan protein yang akan menjadi matriks tulang keras. Kemudian, matriks tulang keras terisi kalsium dan fosfat sehingga matriks tulang mengeras. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras disebut osifikasi.

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA
     Tulang-tulang tubuh membentuk sistem rangka. Kemudian sistem rangka ini menyusun kerangka tubuh. Rangka berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, melindungi organ dalam tubuh, menegakkan tubuh, tempat melekatnya otot, tempat menyimpannya mineral, dan tempat menyimpan energi. Rangka manusia dibagi menjadi rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikular (anggota tubuh).

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG
D. OTOT
E. GANGGUAN DAN KELAINAN SISTEM GERAK

Wednesday, November 23, 2011

Sistem Ekskresi

A. DEFINISI SISTEM EKSKRESI
   Sistem ekskresi sistem pembuangan zat-zat sisa pada makhluk hidup seperti karbon dioksida, urea, racun dan lainnya.

B. ALAT EKSKRESI MANUSIA

1. GINJAL
     Ginjal (ren) manusia berjumlah sepasang, terletak di rongga perut sebelah kanan depan dan kiri depan ruas-ruas tulang belakang bagian pinggang. Ginjal kanan lebih rendah dari pada ginjal kiri karena di atas ginjal kanan terdapat hati. Ginjal berbentuk seperti biji ercis dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Ginjal yang dibelah secara membujur akan memperlihatkan bagian-bagian korteks yang merupakan lapisan luar. Medula (sumsum ginjal), dan pelvis (rongga ginjal). Di bagian korteks terdapat jutaan alat penyaring yang disebut nefron. Setiap nefron terdiri atas badan Malpighi dan tubulus kontortus. Badan Malpighi terdiri atas kapsula (simpai) Bowman Dan glomerulus. Glomrerulus merupakan anyaman pembuluh kapiler. Kapsula Bowman berbentuk mangkuk yang mengelilingi glomerulus.'I'ubulus kontortus terdiri atas tubulus kontortus proksimal. tubulus kontortus distal. Tubulus kontortus kolektivus. Di antara tubuIus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal terdapat gelung /lengkung Henle pars ascenden (naik) dan pars descenden (turun).
     Penamaan beberapa bagian ginjal mengambil nama ahli yang berjasa dalam penelitian ginjal. Kapsula Bowman mengambil nama William Bowman (l816 – 1892). Seorang ahli bedah yang merupakan perintis di bidang saluran kentih yang mengidentifikasi kapsula tersebut. Lengkung Henle meugambil nama Jacob Henle (1809-1885), seorang ahli anatomi berkebangsaan Jerman yang mendeskripsikan lengkung di dalam ginjal tersebut. Glomerulus di identifikasi oleh seorang ahli mikroanatomi berkebangsaan ltalia bernama Marcerllo Malpighi (1628 - 1694). Ginjal merupakan alat pengeluaran sisa metabolisme dalam bentuk urine yang di dalamnya mengandung air, amoniak (NH3), ureum, asam urat dan garam mineral tertentu. Penderita diabetes miletus urine mengandung glukosa.

Fungsi Ginjal
1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh
2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan
3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal
4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia
5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang

Proses Pembentukan Urine
      Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses, yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan augmentasi.
1. Penyaringan (filtrasi)
Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan.
Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan.
Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya
2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)
      Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.
Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal.
Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin.
Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.
3. Augmentasi
      Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra.
Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.

2. HATI
     Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, terdapat di rongga perut sebelah kanan atas, berwarna kecoklatan. Hati mendapat suplai darah dari pembuluh nadi (arteri hepatica) dan pembuluh gerbang (vena porta) dari usus. Hati dibungkus oleh selaput hati (capsula hepatica). Hati terdapat pembuluh darah dan empedu yang dipersatukan selaput jaringan ikat (capsula glison). Hati juga terdapat sel-sel perombak sel darah merah yan gtelah tua disebut histiosit. Sebagai alat eksresi hati menghasilkan empedu yang merupakan cairan jernih kehijauan, di dalamnya mengandung zat warna empedu (bilirubin), garam empedu, kolesterol dan juga bacteri serta obat-obatan. Zat warna empedu terbentuk dari rombakan eritrosit yang telah tua atau rusak akan ditangkap histiosit selanjutnya dirombak dan haeglobinnya dilepas.
   Fungsi hati : Menyimpan kelebihan gula dalam bentuk glikogen (gula otot) Merombak kelebihan asam amino (deaminasi) Menawarkan racun
Membentuk protombin dan fibrinogen Membentuk albumin dan globulin Mengubah provitamin A menjadi vitamin A Tempat pembentukan urea Menghasilkan empedu Tempat pembentukan dan penghancuran eritrosit yang telah tua.

3. KULIT
      Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.
Susunan Kulit
     Kulit tersusun atas tiga lapisan, yaitu epidermis (lapisan luar/kulit ari), dermis (lapisan dalam/kulit jangat). Dan hipodermis (jaringan ikat bawah kulit). 1) Epidermis
Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum. stratum granulosum, dan stratum germinativum. Stratum korneum tersusun dari sel-sel mati dan selalu mengelupas. Stratum lusidum tersusun atas sel-sel yang tidak berinti dan berfungsi mengganti stratum korneum. Stratum granulosum tersusun atas sel-sel yang berinti dan mengandung pigmen
melanin. Stratum germinativum tersusun atas sel-sel yang selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar. Stratum korneum, merupakan lapisan zat tanduk, mati dan selalu mengelupas. Stratum lusidium, merupakan lapisan zat tanduk Stratum granulosum, mengandung pigmen Stratum germonativum, selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar
2) Dermis
      Dermis terletak di bawah epidermis. Lapisan ini mengandung akar rambut, pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Kelenjar yang terdapat dalam lapisan ini adalah kelenjar keringat (glandula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula sebasea). Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang di dalamnya terlarut berbagai macam garam. terutama garam dapur. Keringat dialirkan melalui saluran kelenjar keringat dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui poripori. Di dalam kantong rambut terdapat akar rambut dan batang rambut. Kelenjar minyak berfungsi menghasilkan minyak yang berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering. Rambut dapat tumbuh terus karena mendapat sari-sari makanan pembuluh kapiler di bawah kantong rambut. Di dekat akar rambut terdapat otot penegak rambut,akar rambut ,pembuluh darah ,syaraf ,kelenjar minyak (glandula sebasea),kelenjar keringat (glandula sudorifera).Lapisan lemak, terdapat di bawah dermis yang berfungsi melindungi tubuh dari pengaruh suhu luar
3) Hipodermis
      Hipodermis terletak di bawah dermis. Lapisan ini banyak mengandung lemak. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan, pelindung tubuh terhadap benturan, dan menahan panas tubuh.

Fungsi Kulit
Fungsi kulit antara lain sebagai berikut:
- mengeluarkan keringat
- pelindung tubuh
- menyimpan kelebihan lemak
- mengatur suhu tubuh, dan
-tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet

Proses Pembentukan Keringat
      Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi, pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa panas tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal.

4. PARU-PARU
      Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.
Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura.

Fungsi Paru-Paru
     Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena
tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan Karbondioksida (CO2) dan Uap air (H2O).
Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.

C. GANGGUAN PADA ALAT EKSKRESI
1. Albuminuria
Tanda: urine banyak mengandung albumin
Penyebab : kekurangan protein, penyakit ginjal dan hati
Akibat: tubuh kekurangan albumin yang menjaga agar cairan tidak keluar dari darah
2. Hematuria
Tanda: urine mengandung darah
Penyebab: peradangan ginjal, batu ginjal dan kanker kandung kemih
3. Nefrolitiasis (batu ginjal)
Tanda: urine sulit keluar karena tersumbat batu pada ginjal, saluran ginjal atau kandung kemih
Penyebab: konsentrasi unsur-unsur kalsium terlalu tinggi dan dipercepat dengan infeksi dan penyumbatan saluran ureter
Akibat: sulit mengeluarkan urine, urine bercampur darah
4. Nefritis
Tanda: radang ginjal bagian nefron yang diawali peradangan glomerulus
5. Gagal ginjal
Tanda : Meningkatnya kadar urea dalam darah
Penyebab : nefritis (radang ginjal)
Akibat : zat-zat yang seharusnya dibuang oleh ginjal tertumpuk dalam darah
Pengobatan : cuci darah secara rutin atau cangkok ginjal
6. Diabetes Insipidus
Tanda : meningkatnya jumlah urine (20 – 30 kali lipat)
Penyebab : kekurangan hormon antidiuretika (ADH)
Akibat : sering buang urine
Pengobatan : pemberian ADH sintetik
7. Diabetes Melitus
Tanda : kadar glukosa darah melebihi normal
Penyebab : kekurangan hormon insulin
Akibat : luka sulit sembuh
Pengobatan : pada anak-anak diberi insulin secara rutin dan pada dewasa dilakukan diet rutin, olahraga dan pemberian obat penurun kadar glukosa darah .
8. Hepatitis
Tanda : perubahan warna kulit dan putih mata menjadi kuning, urine menjadi kecoklatan seperti air teh
Penyebab : virus
Akibat : hati meradang dan kerja hati terganggu
Pencegahan : menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung atau penggunaan barang bersama-sama dengan penderita hepatitis, gunakan jarum suntik untuk sekali pakai.
9. Sirosis Hati
Tanda: timbulnya jaringan parut dan kerusakan sel-sel pada hati
Penyebab: minuman alkohol, keracunan obat, infeksi bakteri, komplikasi hati
Akibat: gangguan kesadaran, koma, kematian
Pengobatan : sesuai penyebabnya, pemulihan fungsi hati dan transplantasi hati
10. Gangren
Tanda: kematian jaringan lunak pada kaki atau tangan diawali dengan kebiruan pada kulit dan terasa dingin jika disentuh, kemudian menghitam dan berbau busuk
Penyebab: gangguan pengaliran darah kejaringan tersebut. Sering terjadi pada penderita diabetes melitus dan aterosklerosis
Akibat: bila tidak dapat disembuhkan dengan antibiotik, bagian terkena gangren harus diamputasi.
11. Kencing Batu
Tanda: sulit buang urine
Penyebab: pengendapan zat kapur dalam ginjal
Pengobatan: pembedahan, obat-obatan dan penembakan dengan sinar laser.
12. Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.
13. Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.
14. Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.
15. Komedo
16. Jerawat biasa
17. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung)

Sistem Pencernaan

A. MAKANAN DAN FUNGSINYA BAGI MANUSIA
        Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia, diantaranya adalah makanan. Makanan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Melalui mkanan, manusia dapat memperoleh nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Nutrisi tersebut berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan garam mineral.
  1. Karbohidrat
      Karbohidrat terdapat dalam beras, jagung, gandum, kentang, ubi-ubian, buah-buahan, dan madu. Karbohidrat digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh kita. Setiap satu gram karbohidrat dapat menghasilkan energi sekitar 4 kilokalori. Kalau kita konversikan I kalori = 4,2 joule, maka 1 gram karbohidrat menghasilkan energi sebesar 16,8 kilojoule.
Selama proses pencernaan, karbohidrat akan dipecah menjadi molekul gula sederhana seperti glukosa. Bentuk gula sederhana inilah yang diserap oleh tubuh. Jika manusia mengonsumsi karbohidrat melebihi kebutuhan energi, maka karbohidrat akan disimpan dalam bentuk glikogen dan lemak. Glikogen akan disimpan di hati dan otot. Lemak akan disimpan disekitar perut, ginjal, dan bawah kulit. Kekurangan karbohidrat akan menyebabkan badan lemah, kurus, semangat kerja atau belajar menurun, dan daya tahan terhadap penyakit berkurang.
  2. Protein
     Sumber protein dapat berasal dari hewan dan disebut protein hewani, misalnya lemak, daging, susu, ikan, telur dan keju. Sumber protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Contohnya adalah kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau.
Protein berfungsi sebagai komponen struktural dan fungsional. Fungsi structural berhubungan dengan fungsi pembangun tubuh dan pengganti sel-sel yang rusak. Fungsi fungsional berkaitan dengan
fungsinya sebagai komponen proses-proses biokimia sel seperti hormon dan enzim.
Selama proses pencernaan, protein akan diubah menjadi pepton dengan bantuan enzim pepsin di dalam lambung. Kemudian pepton akan diubah menjadi asam amino dengan bantuan enzim tripsin di dalam usus halus. Asam amino inilah yang akan diserap oleh tubuh. Sama seperti karbohidrat, setiap 1 gram protein dapat menghasilkan energi sebesar 17 kilojoule. Kekurangan protein dapat menyebabkan busung lapar.
  3. Lemak
     Sumber lemak dapat berasal dari hewan dan disebut dengan lemak hewani, misalnya lemak daging, mentega, susu, ikan basah, telur dan minyak ikan. Sumber lemak yang bersal dari tumbuhan disebut lemak nabati. Contohnya adalah kelapa, kemiri, kacang-kacangan, dan alpukat.
Lemak berfungsi sebagai cadangan energi dan pelarut vitamin A, D, E, dan K. Lemak disimpan dalam jaringan bawah kulit. Setiap satu gram lemak dapat menghasilkan energi sekitar 9 kilokalori atau 38 kilojoule.
  4. Vitamin
    Vitamin berfungsi sebagai kompenen organic enzim yang disebut sebagai co-enzim. Terdapat dua kelompok vitamin yang larut dalam air dan lemak. Vitamin larut dalam lemak mempunyai sifat dapat disimpan lama. Bila jumlah yang tersedia lebih banyak dari yang diperlukan tubuh, akan disimpan di dalam lemak dalam waktu yang cukup lama. Berbeda halnya dengan vitamin yang larut dalam air, bila jumlahnya melebihi yang diperlukan oleh tubuh, kelebihan akan dibuang ke luar tubuh melalui urin. Kekurangan vitamin akan menyebabkan penyakit avitaminosis.
  5. Garam mineral
   Garam mineral dibutruhkan secara sendiri-sendiri maupun kelompok. Masing-masing mempunyai peranan tertentu dalam tubuh. Sebagai contoh, kalsium, sumbernya berasal dari susu, keju, daging, sayur-
sayuran. Berfungsi pembentukan darah, kontraksi otot, pembentukan tulang, dan gigi, dsb.

B. SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
     Sistem pencernaan manusia terdiri atas saluran dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan. Kelenjar pencernaan adalah bagian yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan. Saluran pencernaan antara lain sebagai berikut.
1. Mulut
Di dalam rongga mulut, terdapat gigi, lidah, dan kelenjar air liur (saliva). Gigi terbentuk dari tulang gigi yang disebut dentin. Struktur gigi terdiri atas mahkota gigi yang terletak diatas gusi, leher yang dikelilingi oleh gusi, dan akar gigi yang tertanam dalam kekuatan-kekuatan rahang. Mahkota gigi dilapisi email yang berwarna putih. Kalsium, fluoride, dan fosfat merupakan bagian penyusun email. Untuk perkembangan dan pemeliharaan gigi yang bai, zat-zat tersebut harus ada di dalam makanan dalam jumlah yang cukup. Akar dilapisi semen yang melekatkan akar pada gusi.
Ada tiga macam gigi manusia, yaitu gigi seri (insisor) yang berguna untuk memotong makanan, gigi taring (caninus) untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham (molar) untuk mengunyah makanan. Dan terdapat pula tiga buahkelenjar saliva pada mulut, yaitu kelenjar parotis, sublingualis, dan submandibularis. Kelenjar saliva mengeluarkan air liur yang mengandung enzim ptialin atau amilase, berguna untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Pencernaan yang dibantu oleh enzim disebut pencernaan kimiawi. Di dalam rongga mulut, lidah menempatkan makanan di antara gigi sehingga mudah dikunyah dan bercampur dengan air liur. Makanan ini kemudian dibentuk menjadi lembek dan bulat yang disebut bolus. Kemudian bolus dengan bantuan lidah, didorong menuju faring.
2. Faring dan esofagus
Setelah melalui rongga mulut, makanan yang berbentuk bolus akan masuk kedalam tekak )faring). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esophagus). Pada pangkal faring terdapat katup pernapasan yang disebut epiglottis. Epiglotis berfungsi untuk menutup ujung saluran pernapasan (laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus menuju ke esophagus; suatu organ berbentuk tabung lurus, berotot lurik, dan berdidnding tebal. Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus ke dalam lambung. Gerakan otot kerongkongan ini disebut gerakan peristaltik.
3. Lambung
Otot lambung berkontraksi mengaduk-aduk bolus, memecahnya secara mekanis, dan mencampurnya dengan getah lambung. Getah lambung mengandung HCl, enzim pepsin, dan renin. HCl berfungsi untuk membunuh kuman-kuman yang masuk berasama bolus akan mengaktifkan enzim pepsin. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi peptone. Renin berfungsi untuk menggumpalkan protein susu. Setelah melalui pencernaan kimiawi di dalam lambung, bolus menjadi bahan kekuningan yang disebut kimus (bubur usus). Kimus akan masuk sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.
4. Usus halus
Usus halus memiliki tiga bagian yaitu, usus dua belas jari (duodenum), usus tengah (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Suatu lubang pada dinding duodenum menghubungkan usus 12 jari dengan saluran getah pancreas dan saluran empedu. Pankreas menghasilkan enzim tripsin, amilase, dan lipase yang disalurkan menuju duodenum. Tripsin berfungsi merombak protein menjadi asam amino. Amilase mengubah amilum menjadi maltosa. Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Getah empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantung empedu. Getah empedu disalurkan ke duodenum. Getah empedu berfungsi untuk menguraikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Selanjutnya pencernaan makanan dilanjutkan di jejunum. Pada bagian ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat-zat makanan diserap. Zat-zat makanan setelah melalui jejunum menjadi bentuk yang siap diserap. Penyerapan zat-zat makanan terjadi di ileum. Glukosa, vitamin yang larut dalam air, asam amino, dan mineral setelah diserap oleh vili usus halus; akan dibawa oleh pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Asam lemak, gliserol, dan vitamin yang larut dalam lemak setelah diserap oleh vili usus halus; akan dibawa oleh pembuluh getah bening dan akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah.
5. Usus besar
Bahan makanan yang sudah melalui usus halus akhirnya masuk ke dalam usus besar. Usus besar terdiri atas usus buntu (appendiks), bagian yang menaik (ascending colon), bagian yang mendatar (transverse colon), bagian yang menurun (descending colon), dan berakhir pada anus. Bahan makanan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai bahan sisa. Sisa tersebut terdiri atas sejumlah besar air dan bahan makanan yang tidak dpat tercerna, misalnya selulosa.
Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan. Bil kadar iar pada sisa makanan terlalu banyak, maka dinding usus besar akan menyerap kelebihan air tersebut. Sebaliknya bila sisa makanan kekurangan air, maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan. Di dalam usus besar terdapat banyak sekali mikroorganisme yang membantu membusukkan sisa-sisa makanan tersebut. Sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh beserta gas-gas yang berbau disebut tinja (feses) dan dikeluarkan melalui anus.

C. KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
Beberapa kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada alat-alat sistem pencernaan antara lain:
1. Parotitis
Penyakit gondong yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar air ludah di bagian bawah telinga, akibatnya kelenjar ludah menjadi bengkak atau membesar.
2. Xerostomia
Xerostomia adalah istilah bagi penyakit pada rongga mulut yang ditandai dengan rendahnya produksi air ludah. Kondisi mulut yang kering membuat makanan kurang tercerna dengan baik.
3. Tukak Lambung
Tukak lambung terjadi karena adanya luka pada dinding lambung bagian dalam. Maka secara teratur sangat dianjurkan untuk mengurangi resiko timbulnya tukak lambung.
4. Appendiksitis
Appendiksitis atau infeksi usus buntu, dapat merembet ke usus besar dan menyebabkan radang selaput rongga perut.
5. Diare
Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun protozoa pada usus besar. Karena infeksi tersebut, proses penyerapan air di usus besar terganggu, akibatnya feses menjadi encer.
6. Konstipasi
Konstipasi atau sembelit terjadi akibat penyerapan air yang berlebihan pada sisa makanan di dalam usus besar. Akibatnya, feses menjadi sangat padat dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Untuk mencegah sembelit dianjurkan untuk buang air besar teratur tiap hari dan banyak makan sayuran atau buah-buahan.

Sistem Gerak Pada Manusia

A. TULANG
    Tulang merupakan alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak tanpa bantuan otot. Berdasarkan jenisnya, ada dua macam tulang, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).

1. Tulang Rawan
   Tulang rawan merupakan rangka penyangga tahapan embrio manusia. Namun setelah dewasa, sebagian besar tulang rawan diganti dengan tulang keras. Pada manusia dewasa, tulang rawan hanya terdapat pada bagian yang memerlukan elastisitas seperti daun kuping, cuping hidung, dan cincin trakea. Tulang rawan terdiri atas anyaman serat dimana terdapat sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang membuat matriks kondrin.
Ada tiga jenis tulang rawan yaitu sbb:
  a. Tulang Rawan Hialin
    Tulang rawan hialin merupakan bentuk tulang rawan terbanyak. Tulang rawan hialin mempunyai matriks yang homogen dan besifat halus serta transparan. Terdapat pada cincin batang tenggorokan (trakea), cuping hidung, persendian, dan antara tulang rusuk, dan tulang dada.
  b. Tulang Rawan Elastis
    Tulang rawan elastis bersifat lentur, matriksnya mengandung serat elastis bercabang-cabang, dan terdapat pada epiglottis dan bagian luar telinga.
  c. Tulang Rawan Fibrosa
   Tulang rawan fibrosa bersifat kurang lentur, matriksnya mengandung serat kolagen yang tidak lentur, dan terdapat pada antarruas tulang belakang.

2. Tulang Keras
Rangka yang menyokong sebagian besar manusia dewasa terbuat dari tulang keras. Bagian luar tulang keras dilapisi oleh periosteum yang merupakan tempat melekatnya otot. Sel tulang keras disebut osteosit. Sel- sel tulang keras membentuk lingkaran konsentris berlapis-lapis. Berdasarkan sifat matriksnya, tulang keras dibedakan sebagai berikut.
  a. Tulang Kompak
Merupakan tulang dengan matriks yang bersifat padat dan rapat, misalnya lapisan luar tulang pipa.
  b. Tulang Spons
Tulang spons memiliki matriks berongga, misalnya tulang pipih dan tulang pendek. Berdasarkan bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi empat, yaitu:
     1.) Tulang pipa
   Tulang pipa berbentuk tabung dan umumnya berongga. Tulang pipa terbagimenjadi tiga bagian, yaitu bagian tengah (diafise), kedua ujung (epifise), dan antara epifise dengan diafise (cakraepifise).
     2.) Tulang pipih
   Tulang pipih berbentuk pipih dan berongga. Contoh tulang pipih yaitu tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak.
    3.) Tulang pendek
   Tulang pendek berbentuk silindris dan ditemukan pada pergelangan kaki dan pergelangan tangan.
    4.) Tulang tak beraturan
   Tulang tak beraturan mempunyai bentuk yang tidak beraturan dan terdapat di wajah dan tulang belakang.

3. Pembentukan Tulang
    Pembentukan tulang dimulai setelah terbentuk tulang rawan. Di dalam tulang rawan, terdapat rongga dan terisi oleh osteoblas. Osteoblas akan membentuk osteosit dari arah dalam ke luar (konsentris). Osteosit mensekresikan protein yang akan menjadi matriks tulang keras. Kemudian, matriks tulang keras terisi kalsium dan fosfat sehingga matriks tulang mengeras. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras disebut osifikasi.

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA
    Tulang-tulang tubuh membentuk sistem rangka. Kemudian sistem rangka ini menyusun kerangka tubuh. Rangka berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, melindungi organ dalam tubuh, menegakkan tubuh, tempat melekatnya otot, tempat menyimpannya mineral, dan tempat menyimpan energi. Rangka manusia dibagi menjadi rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikular (anggota tubuh).

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG
D. OTOT
E. GANGGUAN DAN KELAINAN SISTEM GERAK

Sistem Saraf dan Otak

Otak
Di dalam kepala otak dibungkus oleh 3 selaput otak (meningen). Yang paling luar adalah selaput otak keras atau dura mater (the dura) yang mempunyai perlekatan erat dengan tulang tengkorak. Di lapisan bawahnya terdapat selaput otak lunak, yang terdiri dari lapisan arachnoid (arachnoideamater, the arachnoid)dan lapisan pia mater. Lapisan pia mater melekat sangat erat dan mengikuti lekukan permukaan otak seperti stocking. Antara kedua lapisan terakhir ini terdapat lapisan subarachnoid (subarachnoid space) yang mengandung cairan otak (cerebrosPinalfluid, LCS).

Cairan Otak
LCS dihasilkan melalui proses di 4 rongga yang terdapat di dalam otak (brain ventricle). Dua yang pertama terdapat di otak besar kiri kanan (lateral ventricle), dari sana LCS dialirkan ke rongga tengah (third ventricle),lalu setelah ditambah LCS produk rongga itu dialirkan lagi melalui saluran di batang otak (sylvian duct) menuju rongga lain di batang otak (fourth ventricle). Rongga terakhir ini juga menghasilkan LCS yang selanjutnya dialirkan melalui 2 pasang lubang keluar, dari rongga ini menuju lapisan subarachnoid. Gangguan aliran LCS pada salah satu bagian tersebut pada bayi baru lahir menyebabkan terjadinya hydrocephalus dengan kepala yang makin membesar. Kelainan ini hanya dapat diatasi melalui operasi untuk menyediakan saluran keluar cairan LCS yang tersumbat Kepala pada bayi ini dapat membesar karena ubun-ubun belum menutup.

Bagian-Bagian Otak
Otak kiri dan kanan dipisahkan bagian atasnya oleh lipatan falx cerebri .Otak besar dipisahkan otak kecil karena adanya tentorium cerebelli yang juga merupakan lipatan selaput otak. Permukaan otak berlekuk-Iekuk akibat adanya tonjolan (gyros) dan lekukan (sulcus) yang membantu memperluas permukaan otak. Makin luas permukaan otak, makin  luas pula lapisan luar (cortex) otak sehingga makin banyak sel saraf yang dapat menempatinya. Jumlah sel saraf yang lebih banyak ini dianggap makin menguntungkan karena seseorang diharapkan lebih pandai  jika sel sarafnya lebih banyak.
Pusat kesadaran tertinggi manusia terdapat pada lapisan luar otak besar yang dinamakan cortex cereb.Bagian kulit otak ini berwarna lebih gelap dari lapisan di bawahnya  sehingga dinamakan juga lapisan kelabu (graymatter) karena banyak mengandung sel saraf. Pusat untuk kesadaran manusia atas rangsangan rasa panas dingin, raba, rasa tekan, rasa getar terdapat di otak, yang mulai dari puncak kepala sampai sekitar telinga kiri dan kanan. Bagian yang merasakan sensasi di kaki terletak di dekat puncak kepala, sedangkan rangsangan panas di kepala manusia mempunyai pusat di otak dekat telinga. Jadi, proyeksi tubuh di otak adalah terbalik (sensoryhomunculus).Di sebelah depan bagian otak terdapat bagian yang mengurus pergerakan otot dari kepala sampai kaki dengan proyeksi terbalik juga (motorichomunculus).
Pembagian wilayah di otak pada gambaran homunculus ini tidak bergantung pada besarnya bagian tubuh yang diurus. Wilayah untuk otot paha, misalnya, lebih kecil  dibandingkan dengan area yang mengurus persarafan otot jari tangan. Otot jari tangan yang mampu  melakukan gerakan halus mendapat "jatah" lebih besar dari otot paha yang kuat, tetapi hanya diperlukan untuk beberapa gerakan kasar saja. Area untuk persarafan otot lidah juga terlihat sangat besar dibandingkan dengan ukuran lidah itu sendiri.  Demikian pula area untuk menerima informasi tentang sensasi pengecapan yang diterima lidah terlihat relative sangat luas.
            Otak kiri mengurus bagian tubuh sebelah kanan dan sebaliknya. Pada orang yang biasa menggunakan tangan kanan, otak kirinya lebih dominan dan menggunakannya untuk berpikir rasional. Pada orang bersangkutan, fungsi otak kanan selain mengurus perasaan, juga mengurus faktor emosi.
Untuk mempermudah menentukan suatu lokasi, otak dibagi menjadi bagian (lobe) yang namanya sama dengan nama tulang di hadapannya. Pusat untuk menerima rangsang pendengaran terletak di otak sekitar telinga (temporal lobe), bagian yang menerima sensasi penglihatan terletak di bagian belakang (occipital lobe).Bagian otak kanan menerima sensasi penglihatan yang berasal dari lapang pandangan sebelah kiri.Jadi, untuk mata pembagian bukan menurut mata yang mana, melainkan apa yang dilihat oleh mata bagian pinggir dan mata bagian tengah dari 2 mata (lapang pandangan, visual field).
 Selain itu, ada pembagian otak menjadi telencePhalon dan diencephalon. Telencephalon adalah bagian terbesar otak besar yang membentuk otak kiri dan otak kanan, sedangkan diencephalon terjepit di antaranya. Diencephalon terbagi lagi menjadi hypothalamus, epithalamus, dan subthalamus dengan memperhatikan posisinya terhadap thalamus.
 Untuk menjalankan fungsinya meneruskan impuls atau rangsangan, terjadi aliran listrik pada sel saraf. Aliran listrik itu pada hakikatnya ditimbulkan oleh pergerakan ion negatif dan positif keluar masuk sel dan menyeberang dari satu serabut ke serabut yang lain. Dengan adanya gerakan listrik ini, cortex atau lapisan kelabu otak dapat diperiksa keadaannya dengan elektroensefalo graft (electro-encephalography, EEG). Gambar grafik yang dihasilkan menunjukkan aktivitas listrik yang   terjadi. Pemeriksaan  EEG dapat digunakan untuk menilai keadaan kesadaran seseorang. Pemeriksaan dengan EEG digunakan untuk mendiagnosis dan menentukan jenis penyakit epilepsi (ayan). Gambar hasil EEG yang negatif digunakan untuk menetapkan seseorang sudah mati (cerebral death).
Lapisan otak di bawah lapisan kelabu dinamakan lapisan putih atau substantia alba. Warna putih ini  disebabkan oleh banyaknya serabut saraf yang sebagian besar dilapisi selaput myelin. Selaput myelin ini berfungsi sebagai peredam (isolator) sekaligus berguna untuk mempercepat pengiriman rangsang atau impuls.
Pengaturan gerakan otot manusia diatur oleh pusat di cortex cerebr,  dipengaruhi pula oleh otak kedl atau cerebellum.Gangguan pada salah satu sistem ini akan menyebabkan gangguan gerakan tubuh. Ketika mencapai batang otak(brain stem), yang terdiri dari mesencephalon,pons, dan medulla oblongata,sebagian serabut yang akan mengurus pergerakan bagian tubuh yang terdapat di kepala akan menuju saraf yang bersangkutan. Serabut yang mengatur otot lengan, otot tungkai, clanbatang badan mencapai bagian bawah batang otak yang bemama medulla oblongata lalu menyilang menuju sisi lain batang otak. Dari sana serabut menuju sumsum belakang (spinal cord) dan mengurus gerakan yang diinginkan. Di sumsum belakang itulah serabut dari otak besar, ganglia basalia dan otak kecil bersama-sama mengatur gerakan tubuh.  Otak kanan dan otak kecil kanan mengatur gerakan tubuh sebelah kiri.
 Pada saat orang menerima rangsangan panas dari api pada  salah satu bagian tubuhnya, perasaan itu diterima ujung saraf dan diteruskan melalui alur yang serupa dari sumsum belakang ke otak. Perbedaannya, ganglia basalis dan otak kedl tidak dilibatkan, tetapi ada suatu inti lain yang dinamakan thalamus yang terlibat Pada saat berdiri, tekanan yang diterima telapak  kaki mengikuti alur tersebut tetapi ditambah dengan jalur yang menuju otak kecil karena melibatkan gerakan otot untuk berdiri. Alur untuk sensasi ini berdampingan letaknya dengan alur untuk mengatur gerakan. Akibatnya, pada penderita stroke bukan hanya teIjadi kelumpuhan, tetapi dapat juga terjadi gangguan sensasi.
Thalamus merupakan suatu bangunan di otak yang terlibat dalam proses penerimaan sensasi dan koordinasi gerakan motoris, dan beberapa fungsi lain.
Ganglia basalis mempunyai peran penting dalam mengatur koordinasi kontraksi otot. Kelainan gerakan akibat kerusakan bagian ini ditunjukkan pada penderita penyakit parkinson. Pada penderita parkinson terlihat wajah yang tanpa emosi, tangan yang selalu gemetar, dan gerakan yang kaku. Yang termasuk ganglia basalis antara lain nucleus lentiformis (putamen&globuspallidus), dan nucleus caudatus.
Pusat untuk mengatur semua bagian kepala, termasuk untuk merasakan sesuatu dan menggerakkan bagian kepala, terletak di batang otak. Pusat itu berada di bawah pengaruh pusat lebih tinggi di cortex, dan mempunyai serabut saraf yang dinamakan saraf otak. Saraf otak ini berjumlah 12 pasang dan diberi nomor

-Hypothalamus
 Di bagian tengah otak besar di depan bawah thalamus terdapat struktur yang dinamakan hypothalamus. Di dalam struktur ini terdapat bangunan-bangunan berupa kelompok sel saraf (nucleus) yang menghasilkan zat-zat penting untuk kehidupan, zat-zat terse but, yang disebut 'releasing factor’ dialirkan oleh darah ke kelenjar hypophysedan berfungsi untuk merangsang hypophyse mengeluarkan hormon yang sesuai dengan nama releasingfactor itu. Sebagai contoh, growth-hormonereleasingfactor mendorong dikeluarkannya growth hormone oleh kelenjar hypophyse. Selain itu, dihasilkan juga zat serupa yang dialirkan ke kelenjar hypophyse bagian belakang dan selahjutnya menjadi hormon hypophyseitu. Hormon terakhir ini termasuk pitocin yang berguna untuk kontraksi rahim setelah persalinan.
Hypothalamus juga mengatur fungsi vital tubuh yang lain, seperti tidur-bangun dan tingkat kesadaran (alertness)seseorang pada suatu saat. Hypothalamus termasuk organ yang vital untuk kehidupan. Dari antara semua sensasi yang diterima tubuh, sensasi penciuman yang mempunyai jalur tersendiri (rhinencephalon).Sensasi ini juga erat hubungannya dengan pengaturan emosi yang merupakan tugas dari sistem limbik. Adanya hubungan ini menunjukkan garis besar mekanisme pengaturan reaksi emosi terhadap suatu bau.
Di bagian dalam otak terdapat bagian yang dinamakan hippocampus, yang juga berhubungan dengan sistem limbik. Hippocampus ini berhubungan juga dengan emosi dan pembentukan memory.
Tersebar di dalam jaringan otak terdapat juga kumpulan sel saraf yang selintas tampak tak teratur dan dinamakan reticular formation.Jaringan ini menerima dan mengolah informasi tentang sensasi yang diterima, terutama yang menyangkut rasa nyeri. Sebagai bagian dari fungsinya, dari pengolahan sensasi yang diterima jaringan itu dapat membantu menyegarkan dan mengurangi rasa mengantuk (ARAS = Ascending Reticular Activating System). Jaringan ini di batang otak juga berfungsi mengurus  fungsi jantung dan pemapasan yang dijalankan melalui system saraf otonom.
Itulah sebabnya batang otak disebut sebagai bagian otak yang vital bagi hidup manusia. Kerusakan pada pusat kesadaran tertinggi memang sangat mengganggu dan dapat melumpuhkan, tetapi kerusakan akibat stroke yang mengenai batang otak dapat mematikan orang.

-Otak Kecil
 Otak kecil (cerebellum) terletak di bagian belakang kepala. Otak kecil ini menggantung di belakangpons. Cerebellum berfungsi untuk mengatur koordinasi gerakan. Seseorang yang mengalami gangguan fungsi cerebellum akan mengalami kesulitan untuk menggerakkan tangannya sendiri dari posisi lurus ke depan untuk menyentuh hidungnya. Yang bersangkutan juga tidak dapat melakukan gerakan berulang seperti menyisir rambut, ototnya terasa lemah dan tangan gemetar (tremor).
Permukaan otak kecil juga berlekuk-lekuk, tetapi dengan pola yang berbeda daripada otak besar. Jika pada cerebrum lekukan itu dinamakan gyri & sulci, pada cerebellum lipatannya dinamakan folia. Keberadaan lipatan ini juga memperluas permukaan lapisan kulit cerebellum yang banyak mengandung sel saraf. Walaupun pada keadaan normal cerebellum  tidak lebih besar dari kepalan tangan, luas pennukaannya mencapai lebih dari 1m2.


SISTEM SARAF
Sistem saraf manusia terbagi atas sistem saraf tepi dan system saraf pusat. Yang dimaksud dengan sistem saraf tepi (peripheral nervoussystem) adalah semua serabut saraf yang berada diluar otak atau sumsum belakang. Yang dimaksud dengan system saraf pusat (central nervoussystem) adalah bagian yang mengatur kerja saraf tepi yang terdapat di otak (brain), batang otak (brain stem), dan sumsum belakang (spinal cord).Otak itu sendiri terdiri dari 2 bagian besar, yaitu otak besar (cerebrum) dan otak kecil (cerebellum).

- Sumsum belakang
Sumsum belakang (spinal cord) mempunyai gambaran yang berbeda. Sumsum belakang ini terletak di dalam lubang yang dibentuk oleh susunan tulang belakang (canalis vertebralis) mulai dari peralihan dengan kepala sarnpai di ruas pinggang yang kedua. Bagian paling ujung sumsum belakang ini merupakan pusat saraf yang keluar dari lubang pada tulang sakrum yang paling bawah dekat anus.
Kontraksi otot mulai dari leher ke bawah diurus oleh pusat yang terdapat di sumsum belakang. Walaupun otak sehat sempurna, bila sumsum belakang terganggu, yang bersangkutan mengalami kelumpuhan untuk menggerakkan otot yang diurus bagian sumsum belakang itu.
Kelumpuhan mempunyai beberapa bentuk. Ada kelumpuhan yang berupa menurunnya tenaga sehingga tak marnpu melawan gravitasisaja (pharese); dan ada yang memang tak dapat digerakkan sarna sekali (paralyse). Paralyse juga dibedakan akibat kerusakan serabut saraf atau akibat kerusakan di pusat Kerusakan di pusat akibat stroke dan lain-lain menyebabkan kelumpuhan yang kaku (spasticparalysis), sedangkan kelumpuhan akibat kerusakan saraf berbentuk kelumpuhan yang lemas (flaccid paralysis).
 Jika leher tergoncang ke depan dan ke belakang secara cepat seperti yang dapat tetjadi pada kecelakaan lalu lintas (whiplash injury), ada risiko patahnya sumsum belakang (fracture) sehingga badan dari leher ke bawah sarna sekali lumpuh dan kehilangan kemampuan merasakan sesuatu. Kelumpuhan di sini bersifatat spastis karena disebabkan hilangnya kontrol aktivitas sumsum belakang. Lambat laun spastisitasnya mengurang karena otot mengecil sehingga tenaganya juga berkurang.
Sumsum belakang mempunyai bagian pinggir  (cortex)yang berwama putih (substantia alba) karena banyak serabut saraf berlapis myelin. Bagian tengahnya (medulla) menunjukkan gambaran seperti kupu-kupu berwama gelap (substantia grisea). Di luar sumsum belakang selalu ada bangunan berupa pelebaran serabut saraf yang dinamakan ganglion radix dorsale. Ganglion ini berisi badan sel sarafyang menerima rangsang raba (sel sensoris) dan lain-lain dari tubuh. Sayap kupu-kupu sebelah belakang (posterior horn) mengandung sel saraf yang mengurus sensasi itu dan meneruskannya ke otak. Sayap bagian depan (anterior horn) mengandung sel saraf yang merangsang otot untuk bergerak (sel motoris) .
 Adakalanya seseorang langsung menjauhkan anggota badannya jika ke anggota badan tersebut didekatkan api. Dalam keadaan demikian, teIjadi gerak refleks karena sensasi panas yang masuk lewat bagian belakang sumsum belakang langsung diteruskan ke sel motoris di bagian depan sebelum otak menyadari apa yang dirasakan.
 Serabut saraf dari sumsum belakang meninggalkan tulang belakang melalui celah di antara 2 ruas tulang belakang  (intervertebral foramen). Akibat kecelakaan atau kesalahan gerak, dapat teIjadi pecahnya bagian antara 2 ruas tulang itu sehingga isinya menjorok ke belakang (hernia nucleus pulposus). Pada keadaan  demikian, serabut saraf yang keluar dari lubang tadi akan terjepit dan menyebabkan rasa nyeri yang hebat serta kesulitan bergerak.Kelainan ini sering disebut sebagai 'saraf terjepit' dan diperbaiki dengan operasi.
Sumsum belakang juga dibungkus oleh 3 lapis an selaput otak  (meningen )seperti otak. Pengambilan LCS dapat dilakukan melalui rongga subarachnoid yang terdapat di bawah ruas tulang pinggang kedua. Pengambilan ini dinamakan lumbal punksi. Tindakan ini dikerjakan untuk memeriksa tekanan di rongga subarachnoid,serta komposisi cairan LCS. Gambaran komposisi LCS ini berguna untuk diagnosis kelainan otak atau selaput otak.
 Sistem saraf manusia terdiri dari sistem sadar atau somatic (somatic nervoussystem) dan tidak sadar atau otonom (autonomic nervoussystem). Sistem saraf somatik meliputi semua unsur dan jaringan saraf yang dapat disadari, diatur, atau dirasakan oleh seseorang.
 Di antara kedua sistem ini masih ada sistem lain yang kecil sekali, yaitu yang bersifat splanchnic. Seseorang dapat menggerakkan otot wajah sehingga menunjukkan mimik tertentu, tetapi pada saat mengalami suatu suasana emosi itu, tanpa sadar seseorang akan mengontraksikan otot wajah sebagai ekspresi emosinya. Jadi, ekspresi wajah bisa diatur dan bisa muncul tanpa disadari. Kemampuan tersebut yang dimaksud dengan sistem splanchnic.

-Sistem saraf otonom
Sistem saraf otonom terdiri dari sistem simpatis (sympathetic nervous system) dan parasimpatis (parasympathetic nervous system). Pada suatu organ tubuh, biasanya kedua sistem ditemukan bersama-sama. Saraf simpatis pada organ di dada (seperti jantung) mempunyai efek mengaktifkan, tetapi untuk organ di perut efek itu lebih kuat diatur oleh sistem parasimpatis.
Saraf parasimpatis untuk jantung berasal dari batang otak dan mencapai jantung melalui bagian sisi leher. Rangsangan yang keras terhadap saraf ini, seperti pemukulan leher, dapat menimbulkan rangsangan yang keras juga terhadap jantung.  rangsangan ini bersifat menghambat sehingga jantung akan berhenti berfungsi (cardiac arrest).
Saraf simpatis mempunyai zat kimiawi non-adrenalin untuk melaksanakan fungsinya. Pada keadaan emosi tegang, emosi seseorang juga mengeluarkan hormon adrenalin yang serupa. Oleh karena itu, pada orang yang tegang didapatkan jantung yang berdebar. Pada sistem parasimpatis, mediator yang aktif adalah acetylcholin. Pada ujung saraf perangsang serabut otot untuk berkontraksi (somatis) didapatkan juga aktivitas acetylcholine sebagai mediator. sistem saraf otonom mengatur aktivitas organ tubuh. Dalam menjalankan fungsinya sistem simpatis dan sistem parasimpatis bekeIja saling mengimbangi. Sistem simpatis juga bersifat kataholik dan parasimpatis bersifat anaholik.

-Saraf Tepi
Saraf tepi terdiri dari saraf otak dan saraf yang keluar dari sumsum belakang atau saraf spinal. Saraf otak sebagian besar mengurus kepala dan leher, kecuali sarafno.lO (vagusnerve)yang mengurus organ di dada dan perut sampai sebagian usus. Di atas mata dapat dijumpai cabang saraf yang mengurus kulit daerah dahi yang bila tertekan akan terasa nyeri, demikian pula di bawah mata saraf untuk kulit pipi.
Saraf otak yang mengurus persarafan gigi rahang atas terletak di dalam rongga tulang rahang atas (sinus maxillaris). Saraf untuk gigi rahang bawah masuk ke dalam tulang rahang bawah melalui satu lubang yang terletak di belakang gigi geraham ujung {MJ. Dengan pengetahuan ini, untuk mencabut gigi rahang atas suntikan pemati rasa (anaesthesia) diberikan sekitar gigi yang akan dicabut, sedangkan pada rahang bawah disuntikkan dekat lubang tersebut sehingga langsung mengenai sarafnya.
 Persarafan untuk lengan diurus oleh saraf spinal yang berpangkal di leher, saraf untuk tungkai mempunyai pusat pada sumsum belakang yang letaknya di sekitar iga ke-12 dan batas atas pinggang. Perlu diperhatikan bahwa persarafan kulit di lengan dan tungkai mempunyai distribusi yang memanjang sejajar sumbu lengan atau tungkai, bukan melintang. Oleh karena itu, tidak mungkin seseorang.mengalami gangguan saraf yang luasnya seukuran sarung tangan atau kaos kaki.
 Saraf yang mengurus anggota gerak atas berasal dari serabut saraf sPinal yang membentuk jaringan benama brachial plexus. Yang mengurus anggota gerak bawah berasal dari jaringan yang benama lumbo-sacral plexus. Saraf yang berasal dari brachial plexus, antara lain radial, ulnar, median, dan musculo-cutaneus. Saraf plexus lumbo-sacralis meliputi femoral, obturator,dan sciatic nerve. Sciatic nerve selanjutnya bercabang menjadi saraf tibial dan peroneus.
 Saraf tungkai yang sering mengalami gangguan adalah sciatic nerve yang terletak memanjang dari pinggul ke belakang paha terus ke tungkai bawah. Karena lokasinya, saraf ini mudah tertekan oleh dompet yang disimpan di kantong belakang sehingga menimbulkan rasa nyeri yang dinamakan sciaticpain atau ischialgia. Selain karena tertekan secara mekanis, kelainan biasa terjadi akibat gerakan tungkai yang kasar atau salah.
            Persarafan dinding tubuh diurus oleh saraf intercostal, yaitu saraf sela-iga yang beIjumlah 12 pasang. Serabut saraf ini mengurus kulit tubuh mulai dari dekat pundak sarnpai bagian bawah perut bagian depan. Dinding perut bagian belakang atau daerah pinggang diurus oleh saraf yang berasal dari daerah pinggang yang beIjumlah 5 pasang.